Mari Mengenal Penyakit Kulit Panu

Mari Mengenal Penyakit Kulit Panu

Banyak penyakit yang menyerang kulit dan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah jamur. Kebanyakan, penyakit kulit akibat jamur memiliki ciri yang hampir sama, yaitu rasa gatal.

Bila Anda mengalami gatal lebih dari dua minggu disertai munculnya bercak putih kemerahan, jangan terburu – buru mengira Anda terkena alergi meskipun memang tanda alergi juga diawali dengan rasa gatal berkepanjangan dan muncul bintik merah. Bisa jadi, Anda terkena penyakit kulit yang dalam dunia medis disebut sebagai Pityriasis versicolor (tinea versicolor, yeast infection), atau dalam masyarakat umum, lebih familiar dengan istilah penyakit Panu (panau).

Meskipun merupakan penyakit umum, namun tak jarang, orang salah mengira penyakit ini dengan gejala alergi sehingga dengan asumsi awam ini, untuk menghentikan pemicu alergi, orang akan mulai dengan larangan untuk konsumsi bahan makanan yang sering dianggap memicu alergi. Padahal, panu disebabkan oleh infeksi jamur yang disebut Pityrosporum ovale (malassezia ovale). Jamur ini menyerang permukaan kulit dan memiliki faktor pemicu baik dari luar maupun dalam tubuh. Panu, tidak berkaitan dengan jenis bahan makanan tertentu seperti layaknya alergi.

Faktor Pemicu Panu

Jamur penyebab panu menyerang pada permukaan kulit dan memicu rasa gatal yang dalam waktu yang cukup lama shingga biasanya orang awam akan mengira bahwa terserang alergi. Pada area yang terinfeksi, akan muncul bercak berwarna putih yang kentara khususnya pada orang yang cenderung memiliki kulit gelap, sedangkan bagi yang berkulit terang, akan muncul dengan ciri bercak lebih terang dan kemerahan.

Rasa gatal ini akan semakin terasa bila kondisi penderita berkeringat. Panu (Dermatomycosis furfuracea, Tinea flava) merupakan penyakit kulit kambuhan. Artinya, bisa muncul lagi sewaktu – waktu bila faktor pemicunya memang ada. Panu bukan merupakan penyakit berbahaya, namun cukup memiliki dampak untuk kepercayaan diri, karena yang diserang merupakan bagian permukaan kulit yang cukup bisa terlihat.

Terlebih, pandangan yang beredar di masyarakat umum, panu identik dengan faktor kebersihan yang kurang terjaga, sehingga pandangan masyarakat mengenai orang yang memiliki panu biasanya orang yang jorok dan tidak higienis. Padahal, faktor kebersihan bukan hanya pemicu utama namun ada pula faktor lainnya, sehingga orang yang terkesan jorok justru belum tentu terserang penyakit panu.

Penyebaran Penyakit Panu

Bercak akibat panu dapat semakin meluas, karena infeksi jamur yang meluas pula. Meskipun faktor kebersihan seringkali menjadi penyebab utama timbulnya panu namun banyak pula faktor lain seperti udara panas dan lembab, yang mana kondisi ini akan memicu tumbuhnya jamur semakin cepat dan banyak.

Kehamilan dan konsumsi pil KB juga bisa menyebabkan infeksi jamur pada kulit, termasuk candidiasis. Selain itu, faktor genetik dan penggunaan obat dalam golongan steroid atau anti-inflamasi bisa menjadi faktor penyebab timbulnya panu. Faktor seperti, udara, genetik dan penggunaan obat ini merupakan faktor pemicu yang sangat mungkin terjadi meskipun orang tersebut merupakan orang yang menjaga kebersihan dan higienis.

Sangat penting memastikan apakah rasa gatal dalam jangka waktu lama merupakan alergi atau panu. Sebab, bila terserang panu namun mengkonsumsi obat jenis steroid, justru akan terjadi kontra indikasi yang menyebabkan jamur semakin meluas. Sebaiknya, bila mengalami panu dan alergi, ada baiknya mengobati infeksi jamurnya terlebih dulu, baru alerginya. Perhatikan pula, faktor pemicu lainnya seperti udara atau genetik.

Terimakasih telah berkunjung.


Leave a Reply