3 Hal ini Sering Jadi Ganjalan di Hati Anak Bungsu dan Orang Jarang Tahu

Katakan.net – Jangan dipikir jadi adik lebih enak ketimbang jadi kakak? Sama saja! Bedanya kami tak merasa harus menyesal dan ambil pusing masalah ini. Dikutip dari Huffingtonpost, nggak main-main seorang psikolog menilai anak bungsu bisa memenangi kehidupan.

Bila itu memanglah benar, sebenar-benarnya kami juga menaruh beban berat yang tidak mungkin saja dipunyai oleh kakak-kakak kami. Kami terkadang mesti bersedih hati, untungnya kami yaitu sosok yang pintar menghibur diri, kami gampang bergaul serta tidak problem tidur dengan lampu jelas benderang.

Beban yang kami pikul bukanlah main-main, bila mereka beberapa sosok kakak mesti alami beban berat karna jalan yang mereka ambillah. Kami lebih apes sekali lagi, terkadang beban berat itu karna turunan dari kakak, kakak yang berhasil mesti dimbangi dengan kami yang harus juga berhasil serta beda sebagainya. Bila mungkin saja kami mesti bahagia, ya karna kami gampang bergaul serta banyak rekan, namun di beda bagian kami juga menanggung beban berat ini!

1. Pada sulit atau suka saat miliki banyak barang namun warisan kakak semua

Simpel banget sich namun terkadang jengkel juga. Miliki banyak baju namun warisan semuanya, bila tidak mau boros cara tersebut berhasil sich serta sah saja. Namun terkadang menjengkelkan juga saat ingin beli baju serta jadi diminta hemat, lantas dengan bijak orang-tua berikan anjuran untuk kenakan pakaian kakak. Tidak hanya berhenti di baju, terkadang sampai
tas, sepatu serta barang yang lain.

2. Problem tingkah laku serta sikap, kami seringkali dibanding dengan kakak. Walau sebenarnya tiap-tiap anak tentu berlainan

Kakak memanglah sosok yang baik serta pantas jadi contoh adik-adiknya. Namun semuanya jadi beban serta terlalu mengesalkan bila keluarga memperbandingkan sikap serta tingkah laku kami dengan kakak. Walau sebenarnya kami miliki pemikiran sendiri, pertimbangan sendiri serta menginginkan terlepas dari belenggu dengan dibanding-bandingkan dengan kakak.

3. Seringkali disebut manja, walau sebenarnya kami telah berupaya untuk tidak senantiasa tergantung dengan keluarga

Kami sempat berupaya sekuat tenaga, kami sempat juga kelelahan serta mengatakan sepatah yang dirasakan. Namun mirisnya, kami jadi disebut cengeng serta manja, walau sebenarnya semuanya yang dirasakan itu manusiawi sekali. Terkadang mereka memanglah tidak sempat tahu perjuangan, walaupun kecil harusnya mereka bangga. Bila begini, mudah-mudahan kami dapat berikan bukti yang tambah baik serta semakin besar sekali lagi di hari esok.


Leave a Reply